Populasi walet di Indonesia tersebar di berbagai daerah. Bahkan, di pulau terpencil sekali pun terdapat kehidupan walet yang menghuni gua gua kapur. Semakin lama, populasi walet terus berkembang dengan lokasi sentra baru yang terus bermunculan, terutama di daerah-daerah yang subur.
Hingga saat ini, Indonesia merupakan negara pengekspor sarang walet terbanyak di dunia, dengan hampir 70% dari kebutuhan dunia di supply oleh Indonesia.
Sarang walet di Indonesia mulai dikenal pada tahun 1720. Pada waktu itu, Lurah Sadrana menemukan sarang burung di daerah kebumen, Jawa Tengah, yaitu di gua karang bolong. Penemuan itu terjadi secara tidak sengaja. Lurah Sadrana melihat sekelompok walet bertebangan memasuki gua di tebing pantai. Karena tertarik, Lurah Sadrana mencoba memasuki gua tersebut. Di dalam gua tersebut, ia menemukan benda keputih-putihan yang tersbar di langit-langit dan dinding gua. Gua Karang Bolong sendiri tercatat sebagai penghasil sarang burung pertama yang sangat produktif.
Harga sarang walet yang mahal dan permintaan yang terus bertambah membuat banyak orang terjun ke bisnis ini. Peternak mulai membudidayakan walet rumahan untuk menghasilkan sarang yang kontinu, berkualitas, dan mudah di dapat. Tak heran jika sekarang banyak kita temui rumah walet dimana mana.
No related posts.
Komentar Terbaru